Makassar — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) dan Akademi Drone Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Dekan Lantai 2 Gedung FMIPA UNM sebagai bentuk penguatan kolaborasi kelembagaan dalam pengembangan kompetensi teknologi drone, pemetaan, dan keilmuan geospasial.
Kerja sama ini merupakan inisiasi dari Jurusan Geografi FMIPA UNM sebagai bagian dari upaya strategis untuk memperkuat pengembangan keilmuan geografi berbasis teknologi geospasial. Inisiasi tersebut kemudian diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama di tingkat fakultas, sehingga kolaborasi yang dibangun dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan FMIPA UNM.
Melalui kerja sama ini, FMIPA UNM bersama APDI dan Akademi Drone Indonesia diharapkan dapat mengembangkan berbagai program kolaboratif, seperti pelatihan dan sertifikasi remote pilot, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, penguatan praktikum berbasis teknologi drone, pemetaan wilayah, survei lingkungan, dokumentasi spasial, serta riset terapan di bidang geografi, kebencanaan, lingkungan, dan perencanaan wilayah.
Jurusan Geografi FMIPA UNM memandang bahwa pemanfaatan drone saat ini menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pembelajaran dan riset geografi modern. Teknologi drone tidak hanya digunakan untuk dokumentasi visual, tetapi juga berperan dalam pengumpulan data spasial, pemetaan udara, monitoring perubahan tutupan lahan, kajian kebencanaan, pemantauan lingkungan, hingga analisis wilayah berbasis data geospasial.
Kegiatan ini juga memiliki relevansi kuat dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. Kerja sama yang diinisiasi oleh Jurusan Geografi ini mendukung IKU 6, yaitu program studi atau unit akademik bekerja sama dengan mitra profesional. Selain itu, kegiatan ini juga berkaitan dengan IKU 3 melalui peningkatan aktivitas dan kompetensi dosen, IKU 4 melalui keterlibatan praktisi dalam kegiatan akademik, serta IKU 7 melalui pengembangan pembelajaran yang kolaboratif, partisipatif, dan berbasis praktik lapangan.
Dari sisi pembangunan berkelanjutan, kerja sama ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Quality Education, karena mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi dosen dan mahasiswa. Selain itu, kerja sama ini mendukung SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure melalui pemanfaatan inovasi teknologi drone dalam pendidikan dan riset. Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 11: Sustainable Cities and Communities serta SDG 13: Climate Action, khususnya dalam pemanfaatan data spasial untuk perencanaan wilayah, pemantauan lingkungan, dan mitigasi bencana.
Melalui penandatanganan kerja sama ini, FMIPA UNM menegaskan dukungannya terhadap inisiatif Jurusan Geografi dalam memperluas jejaring kemitraan strategis dengan lembaga profesional. Kolaborasi dengan APDI dan Akademi Drone Indonesia diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi sivitas akademika, penguatan tridarma perguruan tinggi, serta pengembangan teknologi geospasial di lingkungan FMIPA UNM.

